badriyah dan kain perca
Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang semester satu sungguh menyenangkan. Begitulah yang dirasakan oleh Badriyah. Ia amat gembira sejak berangkat dari rumahnya hingga sampai disekolah.  Setiba disekolah Badriyah tak henti – hentinya menebar senyum sapa kepada teman – temannya. Banyak cerita yang ingin Badriyah bagikan kepada teman – temannya. Dan banyak cerita juga yang hendak didengarkan Badriyah dari teman –temannya. Khususnya Karina, Latifah dan Annisa. Mereka adalah sahabat Badriyah dikelas.

Saat dinanti tiba. Bel istirahat berbunyi. Suara sorai bertaburan dikelas – kelas. Begitupun dikelas 5A. yah, kelas Badriyah. Dengan penuh semangat Badriyah langsung menggandandeng ketiga temannya menuju kantin sekolah.
“ haduh, Badriyah sepertinya kamu tidak sabar menceritakan pengalamanmu selama liburan ” ucap Karina menebak – nebak.
“ duduklah disini teman – teman. Kalian mau pesan apa? Aku yang traktir. Hehe ” ucap Badriyah kepada Karina, Annisa dan Latifah.
“ kamu serius? ” tanya Latifah kaget dengan raut muka tak percaya.
“ aku serius, kamu pengen apa? Baso, mie ayam es jeruk? ” tanya Badriyah kepada Annisa yang sedari tadi bengong terheran – heran dengan sikap Badriyah.
“ sudahlah, kalian pesan aja seporsi makan siang dan segelas minuman apa aja, kaliini aku sedang ingin berbagi ” jawab Badriyah dengan raut muka yang terhiasi senyum manisnya.
“ tapi, aku tetap penasaran Bad, dengan ekspresimu yang sangat bahagia dan sepertinya banyak uang. Apa yang terjadi sih ? ” sekali lagi Karina terus bertanya dengan penasaran.
“ kamu dapat hadiah undian kupon uang tunai yah? ” tebak Latifah asal – asalan.
“ akan aku ceritakan, setelah kalian memesan makanan dan minuman masing – masing. Oke ” jawab Badriyah memberi syarat.
Karina, Latifah dan Annisapun langsung memesan manan dan minuman yang  mereka suka masing - masing. Setelah itu barulah Badriyah mengeluarkan kantong kresek yang dibawanya dan memperlihatkan isinya.
“ wah, apalagi ini? Bagus seklai. Ini beli dimana? ” celetuk Annisa penuh kagum, sambil melihat satu persatu bros yang dibawa oleh Badriyah.
“ ini bross buatanku selama liburan, selama liburan aku diajari ibuku membuat bross dari kain perca (kain sisa), kebetulan ibuku seorang penjahit. Jadi kain perca sangat banyak dirumah kami ” ungkap  Badriyah  menjelaskan.
“ maksudnya kamu jualan bros dari kain perca Bad? ” tanya Annisa sekali lagi.
Badriyah mengangguk “iya, benar sekali. Awalnya  aku berniat membuat bros dari kain perca hanya untuk aku pakai sendiri,  tetapi karena bentuknya bagus aku mencoba membuat lebih banyak dan ku titipkan di toko krudung milik tanteku. Eh, ternyata banyak yang suka dan banyak yang beli. Akhirnya aku putuskan untuk memproduksi bros dari kain perca. “ jelas Badriyah lagi.
Annisa manyun – manyun mendengarkan penjelasan Badriyah.
“wah, kamu hebat yah!.” Sahut Karina penuh kagum. “ sepulang sekolah ajari kami bikin bros dong Bad ” tambahnya dengan mengajukan permintaan.
Badriyah tersenyum lebar mendengar ucapan Karina. dan di jawabnya dengan anggukan kepala. Menandakan bahwa Badriyah akan mengajari teman – temannya membuat bros dari kain perca.
Tak lama kemudian, makanan dan minuman pesanan Badriyah, Latifah , Annisa dan Karinapun akhirnya datang. Mereka langsung menyantap habis makan siang saat itu. dan berterima kasih kepada Badriyah.



Komentar

Posting Komentar

rajutan mimpi